oleh

Diduga Dana Perawatan Kebun Sei Kopas Mengalir ke GM Distrik I PTPN IV Regional II

TERASKATA.COM, ASAHAN-Dugaan praktik pengelolaan proyek perawatan kebun kembali mencuat di lingkungan PTPN IV Regional II. Kali ini, sorotan tertuju pada kegiatan perawatan di Kebun Sei Kopas yang disebut-sebut dikerjakan langsung oleh internal manajemen kebun, bukan melalui mekanisme vendor sebagaimana lazimnya.

Ketua MPPN, Ilham Juanda, menyampaikan bahwa tidak mungkin General Manager (GM) Distrik I tidak mengetahui praktik tersebut. Menurutnya, secara struktur dan sistem administrasi perusahaan, setiap kegiatan proyek perawatan dengan nilai anggaran tertentu pasti melalui proses pelaporan dan persetujuan berjenjang.

“Tidak mungkin GM tidak mengetahui praktik proyek perawatan yang langsung dikerjakan oleh perusahaan. Secara administrasi, semua kegiatan pasti terlapor,” ujar Ilham.

Ia juga menyoroti dugaan aliran dana perawatan yang disebut mengalir ke GM Distrik I melalui praktik administrasi tertentu. Dugaan tersebut, menurutnya, perlu ditelusuri secara transparan oleh pihak internal perusahaan maupun aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi penyimpangan.

Struktur manajemen di lingkungan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) mengatur bahwa setiap kegiatan operasional kebun, termasuk proyek perawatan tanaman, harus mengikuti prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Proyek perawatan biasanya mencakup pemupukan, pembersihan piringan, perawatan jalan kebun, hingga pengendalian hama.

Apabila benar proyek perawatan yang seharusnya dikerjakan pihak ketiga (vendor) justru dilakukan langsung oleh manajemen kebun tanpa prosedur yang sesuai, hal ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan serta membuka ruang dugaan penyimpangan anggaran.

Ilham Juanda mendesak agar manajemen Distrik I melakukan klarifikasi terbuka kepada publik guna menghindari polemik berkepanjangan, dan kami akan kembali aksi unjuk rasa ke Kantor Head Regional ll Medan langsung meminta keterangan kepada Head Regional.

Ia juga meminta agar dilakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana perawatan di Kebun Sei Kopas dan Management kebun sei kopas seluruhnya hengkang dari kabupaten Asahan

Hingga berita ini diturunkan, pihak GM Distrik I dan manajemen Kebun Sei Kopas belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. ( Tim )

Komentar