TERASKATA.COM, ASAHAN-PTPN IV Regional 1 Grup Asahan melaksanakan kegiatan Social Impact Assessment (SIA) di Aula Kantor Kebun Sei Dadap, Kamis (21/5/2026) pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam dari Kecamatan Tinggi Raja, Buntu Pane, dan Setia Janji, Kapolsek Prapat Janji, Danramil Buntu Pane, serta rekan-rekan LSM dan wartawan dari berbagai media.
Kegiatan SIA tersebut dibuka secara resmi oleh Manager Kebun Sei Dadap yang mewakili Group Manager Asahan. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Social Impact Assessment menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dalam forum diskusi, perwakilan media, Ilham Juanda, menyampaikan bahwa hubungan antara pihak perusahaan dengan awak media selama ini dinilai cukup harmonis. Ia juga menilai perusahaan terbuka terhadap kritik dan masukan demi kemajuan perusahaan ke depan.
“Selama ini hubungan perusahaan dengan media cukup baik dan harmonis. Transparansi juga terlihat, serta adanya respons terhadap berbagai masukan demi perbaikan perusahaan,” ujarnya.
Selain itu, Ilham juga mengusulkan agar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan ke depan lebih fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat sekitar perusahaan, khususnya di bidang pendidikan.
Ia berharap perusahaan dapat memberikan bantuan pendidikan maupun bantuan biaya kuliah bagi masyarakat sekitar yang kurang mampu. Menurutnya, persoalan sosial seperti pencurian produksi maupun aset perusahaan kerap melibatkan anak-anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi dan pendidikan.
“Banyak kasus pencurian produksi maupun aset perusahaan dilakukan oleh anak-anak yang putus sekolah. Karena itu kami berharap perusahaan dapat membantu melalui program pendidikan dan bantuan kuliah agar generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.
Tidak hanya itu, Ilham juga menyoroti pentingnya pemberdayaan tenaga kerja lokal di lingkungan perusahaan. Ia menyebut masih banyak putra-putri daerah sekitar perusahaan yang memiliki kemampuan dan pendidikan memadai, namun belum mendapatkan kesempatan bekerja akibat keterbatasan informasi dan birokrasi perekrutan yang dinilai cukup membingungkan.
Menurutnya, talenta-talenta lokal yang berada di sekitar wilayah perusahaan seharusnya dapat diberikan ruang dan kesempatan lebih besar untuk berkarir di lingkungan perusahaan perkebunan negara tersebut.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, tim penyusun Social Impact Assessment yang hadir dari Medan menyampaikan bahwa seluruh masukan akan diteruskan dan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya menjaga harmonisasi hubungan antara perusahaan dengan masyarakat maupun awak media.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh dialog dan kebersamaan, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta Social Impact Assessment yang hadir. ( Tim )








Komentar